Sabtu Sore di Chinatown Bandung

Entah ada angin apa, tiba-tiba seorang teman lama chat saya untuk join trip bersama mereka. Tanpa destinasi yang pasti, pergilah kami ke tempat yang penuh kesejukan, apalagi kalau bukan mall. Setelah puas menonton film korea yang lagi promo karena bagian dari acara Korean Festival pada minggu itu, dengan panduan google maps, ditemukanlah destinasi selanjutnya yang sangat dekat dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Here we go, Chinatown Bandung yang (masih) happening!

Chinatown berlokasi di tempat yang strategis yaitu di Jalan Kelenteng 41 yang dekat Jalan Cibadak dan sangat dekat dengan Pasteur Hyper Square (PHS). Jalan Cibadak tersebut sepertinya memang setiap hari padat apalagi saat jam pulang kantor ataupun weekend. Untungnya dengan berjalan kaki dari PHS, kemacetan tersebut pun tak terasa dan karena saking dekatnya tau-tau sudah sampai. Sayang jalan untuk ke tempat ini tidak terlalu besar sehingga mungkin agak sulit mencari lokasi parkir mobil yang benar-benar pas di depan tempatnya. Untuk parkiran motor, cukup mudah dan tersedia banyak.

Dari luar bangunannya kece, dihiasi banyak lampion-lampion. Saat malam hari, warna-warni lampion ini semakin menyemarakkan langit malam.

IMG_20170916_185838 (2)
Tampak depan bangunan Chinatown saat malam hari

Chinatown buka setiap hari, weekday dari dari jam 14.00 hingga 22.00 dan saat weekend buka dari jam 12.00-24.00. Untuk dapat masuk ke dalam Chinatown, harus membeli tiket terlebih dahulu di counter seharga 20ribu pada hari weekend. Selain itu, pengunjung juga mendapat satu potong kue cemilan selamat datang.

Ada apa aja di Chinatown? Apalagi kalau bukan tempat kece untuk selfie-selfie dan intagramable di jaman sekarang ini. Jangan mengira disini hanya menjual makanan chinese, beragam makanan ringan dan berat, jajanan, roti, minuman, roti dan sebagainya dijajakan disini. Penjual dan pekerjanya dari berbagai etnis. Menurut yang saya baca dari beberapa website, di dalam chinatown terdapat 77 kios yang berasal dari UMKM Kota Bandung dan semua makanannya halal. Nama konsep tempatnya saja yang Chinatown. Menurut  saya, tempat ini cocok untuk mencuci mata, melihat keindahan seni dari konsep dan desainnya yang unik untuk dinikmati wisatawan. Apalagi di Indonesia masih jarang yang seperti ini. Mungkin yang beneran asli serupa chinatown singapura nya bisa ditemukan di daerah lain misalnya di daerah kepulauan bintan.

IMG_20170916_170300

IMG_20170916_172343
Ornamen-ornamen yang menghiasi chinatown

Untuk berbelanja di dalam Chinatown hanya bisa melalui kartu debit. Semua jenis kartu debit bisa digunakan dan tanpa dikenakan charge. Dari informasi yang didapat dari penjaga salah satu stand makanan, katanya memang peraturan begitu. Sistem belanja seperti ini sejujurnya baru pertama kali saya temukan di Bandung. Menurut saya ini inovasi yang bagus, uang jual beli jadi aman dan pas karena hal ini dapat meminimalisir human error. Selain itu tidak perlu repot-repot juga cari kembalian. Perkembangan di masa depan juga mungkin orang-orang di Indonesia akan sudah jarang pake uang tunai. Lebih praktis bawa kartu atm aja kemana-mana. Lagian juga mana ada sih masyarakat dewasa sekarang yang ga punya kartu atm/debit. Kecuali mungkin anak-anak kecil dan remaja smp, mereka harus pergi dengan orang tuanya.

Selain stand makanan, juga ada stand untuk membeli merchandise yaitu dekat pintu masuk dan dekat pintu keluar. Dari hasil screening sekilas, merchandise atau kerajinan tangan yang dijual unik dan kebanyakan tentu berhubungan dengan konsep chinatown juga.

Disediakan cukup banyak kursi untuk menikmati suasana chinatown. Disana juga terdapat panggung untuk live music. Live music dimulai dari jam 18.30. Banyak penyanyi-penyanyi lokal yang mengisi penampilan. Ada yang soloist, ada juga yang group. Ah sayangnya saya tempat tersebut outdoor dan ada bapak-bapak yang merokok duduk di sebelah meja kami. Jadinya saya kurang bisa menikmati suasana outdoor tersebut. Saat menjelang malam semakin banyak muda-mudi yang datang untuk nonggkrong sambal menikmati live music. Setelah puas makan dan melihat-lihat kami pun pulang.

IMG_20170916_172426
Panggung live music dan kursi-kusi yang mengelilinginya

Yah begitulah sekilas jalan-jalan singkat di akhir pekan minggu lalu.

 

Advertisements

Hidup Penuh Aturan

Kadang jadi perempuan itu tak enak
Sempat ku berpikir seperti itu
Tak bisa pergi kesana kemari dengan leluasa
Tak cukup punya keberanian untuk melakukan semua yang diinginkannya

Jangan jadi ayam putih
Perempuan harus bisa masak
Jangan suka melala
Harus pandai basa basi sopan santun
Pandai-pandai bersikap sama orang
Ini itu dan segala macamnya
Begitulah nasihat ibu

Memang, manusia punya kodratnya masing-masing
Laki-laki dan perempuan berbeda didikannya
Tidak ada satu hal pun yang menyerupai sama
Baik itu lingkungan dan bagaimana didikan dari orangtua yang diterimanya
Menciptakan kepribadian anaknya masing-masing

Manusia itu punya pilihan
Kadang harus memilih yang sulit dari yang tersulit
Harus rela merelakan yang tak terpilih
Lelah memang sampai-sampai buta untuk berpikir jernih
Hingga tidak tau bahwa dia tidak tau

Setiap manusia punya kesulitannya masing-masing untuk dipahami
Ada yang 1 hari, 1 minggu, 1 tahun, bahkan bertahun-tahun agar bisa menyelami pemikirannya
Yang lama bersama belum tentu langgeng
Yang lama tak bertemu belum tentu menjauh
Yang tak sabaran akan berguguran
Yang bersabarlah akan berjalan beriringan

Begitulah aku memahami hidup

Dilema Menerapkan Hidup Minimalis

Akhir-akhir ini saya mulai kesal sendiri dengan kamar yang terasa sempit. Seperti tipikal kamar kost lainnya, hanya diberikan ruang dengan ukuran 3×3 m, itupun sudah termasuk wc di dalam. Beberapa kost lainnya bahkan menyediakan ruangan yang lebih kecil lagi. Jujur ga kebayang bagaimana mengatur posisi barangnya, apalagi dengan jumlah barang yang saya miliki sekarang, bakalan ga muat.

Sudah lebih 4 tahun saya nge-kost, wajar aja barang jadi semakin banyak. Tiap tahun pasti ada aja barang-barang yang dibeli. Tiap pulang ke rumah, pasti ada aja entah itu sepatu, baju, atau tas baru yang dibawa. Beruntungnya dulu (kamar kost yang pertama) tidak seperti kost-kost pada umumnya, lebih mirip ke paviliun. Karena ruangan yang lebih besar, ga kerasa banget ketika nambah barang. Saat pindahan, barulah saya menyadari bahwa saya memiliki banyak barang-barang lama yang tidak terpakai. Continue reading “Dilema Menerapkan Hidup Minimalis”

Kompilasi pikiran

Saya menyesali semua yang telah saya pilih dan saya lakukan sebelumnya. Itu yang akan saya katakan apabila saya tidak memahami makna bersyukur. Tidak mengenal dengan yang namanya takdir.

Seringkali manusia dihadapkan dengan pilihan yang terbatas, lingkungan yang terbatas, sumberdaya yang terbatas, yang dia sendiri sebenarnya tidak ingin di situasi tersebut. Andaikan semua tanpa batas, dimanakah tantangannya? Andaikan semua tanpa batas, mungkin anda bermimpi?

Seringkali melihat orang lain dapat membuat menjadi lupa dengan diri sendiri. Yang dilihat kesuksesan kemewahan dan kenikmatan yang dimiliki mereka. Akibatnya yang ada dimiliki sekarang menjadi tak bernilai, menjadi terlupakan. Yang ada menyakiti pikiran dan hati sendiri. Continue reading “Kompilasi pikiran”

Beasiswa Kuliah dari Dinas Pendidikan Pemprov Riau

Salah satu hal yang saya syukuri dari berkuliah di Bandung adalah saya alhamdulillah bisa berkuliah gratis selama 4 tahun. Tanpa buat surat keterangan tidak mampu (sktm) atau pun mesti nyari-nyari info beasiswa sana sini. Lagian juga ngapain bohong buat-buat sktm kalau masih mampu demi bisa daftar-daftar beasiswa.

Sedikit cerita, awalnya saya mendapat informasi adanya beasiswa kuliah untuk beberapa universitas tertentu dalam dan luar negeri  ketika kelas 3 SMA tahun 2013 yang disampaikan oleh guru BK. Continue reading “Beasiswa Kuliah dari Dinas Pendidikan Pemprov Riau”

Curhat-curhat awal mula laptop asus rusak

Dua minggu lalu, saya terpaksa beli laptop baru karena laptop asus seri X450J yang saya beli 2 tahun lalu motherboardnya rusak gara-gara overheat. Pas banget beberapa bulan 3 bulan setelah garansinya habis. Saya ga ngerti kenapa laptop tersebut yang sebegitu cepatnya bermasalah. Masalah baterai dan LCD dalam 2 tahun. Mungkin kali ya saya makenya ugal-ugalan. Tapi toh saya juga ga pakai buat gaming. Palingan juga laptop sering hidup terus ya karena sebagai anak kosan yang ga punya tv, apalagi kalau mainannya bukan laptop.

Ini asumsi saya saja, awal mula masalahnya itu muncul overheat dari baterai. Baterainya cuma tahan 2 jam. Kata teman, ini memang karena intelnya seri HQ yang dimana lebih boros listrik dibanding seri U. Akhirnya jadi sering nyolok terus karena ya kali nonton ataupun ngerjain tugas cuma 2 jam. Baterai pun drop ga bisa ngecas full lagi. Cuma bisa sekitar 80% dan keterangannya itu charger but not plugging. Continue reading “Curhat-curhat awal mula laptop asus rusak”

Tragis, laptop rusak dan kecopetan di angkot di minggu wisuda

Saya udah balik ke bandung sejak tanggal 3 Juli 2017. Sangat terpaksa balik cepat karena mau mengurus persyaratan untuk kelulusan pada bulan Juli ini. Perbaiki buku TA, bayar iuran wisuda, nunggu pengumuman hasil yudisium, dan lain-lain dikerjakan dari tanggal 3-7 Juli. Setelahnya saya tidak punya kegiatan lain. Di kosan, main hp, main hp, main hp, main ke kosan orang. Btw, judulnya udah kayak clickbait yutub belum? hahaha.

Laptop saya rusak saat itu. Setelah dicek di service centre asus selama seminggu, hasilnya ternyata sakit parah, udah koma alias motherboardnya rusak. Ternyata bulan lalu adalah saat terakhir kalinya saya bisa bersama dengan si asus yang baru menemani saya selama 2 tahun. Continue reading “Tragis, laptop rusak dan kecopetan di angkot di minggu wisuda”