Takut mencari ilmu agama

Jadwal kuliah dan tugas yang tidak terlalu padat membuat saya mempunyai waktu luang uang. Tentu kebanyakan waktu tersebut saya habiskan di kosan. Setiap ditanya teman atau orang tua lagi dimana, pasti kebanyakan jawabnya lagi di kosan. Lagian kan inspirasi bisa didapetin dimana aja. Bagi saya, kamar adalah tempat ternyaman untuk mencari inspirasi.

Akhir-akhir ini, bukannya malah mikirin ugb tesis, tapi malah sibuk sendiri berkontemplasi. Saya tidak tau apakah ini layak disebut hobi atau bukan, tapi jujur saya suka melakukan observasi dan analisis. Entah itu benda, orang, tempat, dan lainnya, saya suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal demikian. Apalagi di zaman sekarang, internet adalah tools paling cepat untuk mendapatkan informasi dan social media adalah wadah termudah untuk mengobservasi. Kayak tagline sebuah perusahan “the world in your hand”, cukup dengan duduk manis bisa dapat dapat informasi apapun. Continue reading “Takut mencari ilmu agama”

Advertisements

Bahaya konsumsi yang haram

Semua taulah ya kalau dalam islam makanan yang haram itu contohnya babi, bangkai hewan, hewan yang disembelih bukan dengan nama Allah, darah, dan makanan yang dilarang lainnya. Tapi ternyata ga cuma itu. Ga cuma dari jenis makanannya, tapi dari cara mendapatkannya juga diperhatikan. Kalau cara dapetinnya dengan yang haram, walaupun makanannya lezat dan bergizi bisa jadi sesuatu yang haram. Semua tau kalau makanan yang dikonsumsi akan masuk ke dalam tubuh. Sari makanan tersebut dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Ada juga yang akan menjadi otot/daging. Can you imagine? Sesuatu yang haram tersebut melekat di tubuh dan bersama kita setiap hari. Continue reading “Bahaya konsumsi yang haram”

Metode apa dalam menasehati/komunikasi yang optimal?

Ada yang lebih mudah memahami ketika disampaikan secara lisan. Ada pula yang penyampaiannya lebih mudah dipahami lewat tulisan. Ada pula orang yang tidak mudah memahami lewat apapun disampaikan. Bukan, bukan pesannya yang tidak baik atau terlalu sulit. Bukannya juga medianya yang salah. Misskomuninasi bisa saja terjadi karena hal sepele, frekuensinya yang tidak tepat atau pesannya yang ternyata tidak terkirim karena kehabisan pulsa. #maksalucu

Menurut yang saya kutip dari sini, proses komunikasi adalah proses penyampaian gagasan/pikiran oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Agar komunikasi berjalan dengan lancar maka Wilbur Schramm dalam karyanya “communication research in the United States” menyatakan bahwa: “Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference), yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection experience and meanings) yang pernah diperoleh oleh komunikan”. Menurut Schramm, bidang pengalaman (field of experience) merupakan faktor yang penting dalam komunikasi. Jika pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, maka komunikasi akan berlangsung lancar. Continue reading “Metode apa dalam menasehati/komunikasi yang optimal?”

Kerja dulu atau langsung lanjut kuliah S2?

Mungkin sebagian ada yang sama bingungnya dengan saya ketika berada di penghujung kuliah. Ingin kuliah, tapi mau lanjut kuliah juga. Kuliah S2 tapi mikirnya bagusan ada pengalaman kerja dulu 1 atau 2 tahun ga sih? Baiknya gimana? Jawabannya terserah kalian. Kalian yang lebih tau mana yang terbaik. Tiap orang pertimbangannya beda-beda. Pilihan ga terbatas, mau lanjut S2 sambil kerja juga bisa. Ga kerja dan ga lanjut S2 juga ada sisi positifnya pilihan tersebut.

Menurut kbbi, keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran; bercita-cita adalah berkeinginan sungguh-sungguh; mencita-citakan adalah menginginkan dengan sungguh-sungguh. Saat usia 20 tahun saya memutuskan untuk tidak mempunyai cita-cita mengenai kerjaan/profesi/karir. Dimana semua mahasiswa tingkat akhir sudah merencanakan nanti akan kerja apa, kerja dimana, kerja di bidang apa, ingin posisi/karir seperti apa, gaji seberapa besar, kerja yang benar-benar aplikasiin ilmu kuliah atau engga, malahan saya semakin abu-abu. Pikiran saya kerja ya kerja, nothing special. Kerja ya buat dapetin penghasilan, kerja ya sebuah tanggung jawab yang ada kompensasinya. Continue reading “Kerja dulu atau langsung lanjut kuliah S2?”

Tips anakost: memilih 7 barang yang perlu ada agar kamar kostmu menjadi rapi

Setelah menemukan kamar kost yang sesuai, hal-hal lain yang perlu dilakukan adalah memilih barang-barang kost yang sesuai dengan keperluan. Ruangan kamar kost yang terbatas harus diatur sedemikian rupa agar barang-barang kost muat dan tidak malah jadi sesak. Berikut ini barang-barang kost yang kiranya dibawa/dibeli seperlunya.  Continue reading “Tips anakost: memilih 7 barang yang perlu ada agar kamar kostmu menjadi rapi”

Tips anakost: #memilih kamar kost

Kali ini saya mau bagi tips dalam memilih kamar kost berdasarkan pengalaman saya menjadi anak kost selama lebih 4 tahun di Bandung. Well, kebutuhan kamar kost tiap orang beda-beda dan sesuai budgetnya masing-masing. Apalagi di Bandung, masih tergolong mahal euy bagi saya yang anak daerah ini. Kalau mau dapat kamar yang bagus tentu ada biaya lebih yang dikeluarkan. Ini ada tips-tips dari saya supaya kalian tepat milih kamar sehingga bisa hidup sejahtera selama perkuliahan atau bekerja. Bagi saya yang tipe malas pindah-pindahan, milih kamar itu bagaikan milih rumah, butuh mikir-mikir detail juga! Hahaha!

  1. Cari tau fasilitas properti dalam kamar apa aja.

Ini merupakan pertanyaan yang kudu wajib kalian cari tau secara detail. Kamar kost standar biasanya ada kasur, lemari, meja dan kursi belajar. Cek apakah fasilitas tersebut masih baru dan bisa digunakan. Kebanyakan kostan sekarang ini hanya menyediakan kasur saja di lantai dan tanpa dipan.  Coba tanya pemilik kost, apa bisa mengganti/menambah property tersebut, misalnya tambahin dipan tempat tidur. Kalau ada tempat tidur yang memiliki kolong, kalian bisa manfaatin tu kolongnya buat simpan barang-barang biar kamar kalian jadi lebih lega. Continue reading “Tips anakost: #memilih kamar kost”

Jabatan dalam pohon

IMG_20170924_100750.jpg

Suatu perusahaan/organisasi itu ibarat sebuah pohon. Posisi dan peran tiap jabatan dapat dilihat dari bagian pohon tersebut.

Karyawan biasa bagaikan akar pohon. Akar menopang dan mencari sumber air dan nutrisi untuk pertumbuhan pohon. Dia bergerak semakin dalam dan menjalar kemana-mana untuk mencari makanan pohon. Namun akar sesuai kodratnya akan selalu tertanam dalam tanah dan tidak dapat dengan mudah melihat kondisi sekitarnya. Yang dia tau hanyalah kondisi di bawah. Continue reading “Jabatan dalam pohon”