4 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tidak Terikat, Gen Millennial dan Z Wajib Tau!

Pada tahun 2020, diprediksi generasi millennial akan mendominasi populasi Indonesia. Generasi millennial atau disebut juga generasi Y dalah manusia yang lahir diatas tahun 1980-an hingga 1997. Selain itu, ada pula yang terbaru generasi Z. Definisi rentang umur generasi Z bermacam-macam menurut sejumlah. Ada yang menyebutkan bahwa awal mula generasi Z adalah yang lahir 1993, 1995, atau setelah 2000. Yang jelas, semua sepakat bahwa generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet berkembang pesat.

Setiap generasi memiliki karakteristiknya masing-masing. Pandangan hidup generasi millennial dan generasi z berbeda jauh dari generasi orang tua mereka yaitu generasi baby boomers atau generasi x , termasuk dalam memilih pekerjaan.

Generasi orang tua kita dulu kebanyakan memandang kesuksesan adalah ketika dapat diterima kerja di perusahaan yang bagus dan mendapatkan gaji bulanan secara rutin. Pekerjaan seperti ini umumnya terikat dengan waktu. Setiap hari melakukan rutinitas bekerja 8 atau 9 jam bahkan lebih berada di kantor. Continue reading “4 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tidak Terikat, Gen Millennial dan Z Wajib Tau!”

Advertisements

Takut mencari ilmu agama

Jadwal kuliah dan tugas yang tidak terlalu padat membuat saya mempunyai waktu luang uang. Tentu kebanyakan waktu tersebut saya habiskan di kosan. Setiap ditanya teman atau orang tua lagi dimana, pasti kebanyakan jawabnya lagi di kosan. Lagian kan inspirasi bisa didapetin dimana aja. Bagi saya, kamar adalah tempat ternyaman untuk mencari inspirasi.

Akhir-akhir ini, bukannya malah mikirin ugb tesis, tapi malah sibuk sendiri berkontemplasi. Saya tidak tau apakah ini layak disebut hobi atau bukan, tapi jujur saya suka melakukan observasi dan analisis. Entah itu benda, orang, tempat, dan lainnya, saya suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal demikian. Apalagi di zaman sekarang, internet adalah tools paling cepat untuk mendapatkan informasi dan social media adalah wadah termudah untuk mengobservasi. Kayak tagline sebuah perusahan “the world in your hand”, cukup dengan duduk manis bisa dapat dapat informasi apapun. Continue reading “Takut mencari ilmu agama”

Bahaya konsumsi yang haram

Semua taulah ya kalau dalam islam makanan yang haram itu contohnya babi, bangkai hewan, hewan yang disembelih bukan dengan nama Allah, darah, dan makanan yang dilarang lainnya. Tapi ternyata ga cuma itu. Ga cuma dari jenis makanannya, tapi dari cara mendapatkannya juga diperhatikan. Kalau cara dapetinnya dengan yang haram, walaupun makanannya lezat dan bergizi bisa jadi sesuatu yang haram. Semua tau kalau makanan yang dikonsumsi akan masuk ke dalam tubuh. Sari makanan tersebut dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Ada juga yang akan menjadi otot/daging. Can you imagine? Sesuatu yang haram tersebut melekat di tubuh dan bersama kita setiap hari. Continue reading “Bahaya konsumsi yang haram”

Metode apa dalam menasehati/komunikasi yang optimal?

Ada yang lebih mudah memahami ketika disampaikan secara lisan. Ada pula yang penyampaiannya lebih mudah dipahami lewat tulisan. Ada pula orang yang tidak mudah memahami lewat apapun disampaikan. Bukan, bukan pesannya yang tidak baik atau terlalu sulit. Bukannya juga medianya yang salah. Misskomuninasi bisa saja terjadi karena hal sepele, frekuensinya yang tidak tepat atau pesannya yang ternyata tidak terkirim karena kehabisan pulsa. #maksalucu

Menurut yang saya kutip dari sini, proses komunikasi adalah proses penyampaian gagasan/pikiran oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Agar komunikasi berjalan dengan lancar maka Wilbur Schramm dalam karyanya “communication research in the United States” menyatakan bahwa: “Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference), yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection experience and meanings) yang pernah diperoleh oleh komunikan”. Menurut Schramm, bidang pengalaman (field of experience) merupakan faktor yang penting dalam komunikasi. Jika pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, maka komunikasi akan berlangsung lancar. Continue reading “Metode apa dalam menasehati/komunikasi yang optimal?”

Kerja dulu atau langsung lanjut kuliah S2?

Mungkin sebagian ada yang sama bingungnya dengan saya ketika berada di penghujung kuliah. Ingin kuliah, tapi mau lanjut kuliah juga. Kuliah S2 tapi mikirnya bagusan ada pengalaman kerja dulu 1 atau 2 tahun ga sih? Baiknya gimana? Jawabannya terserah kalian. Kalian yang lebih tau mana yang terbaik. Tiap orang pertimbangannya beda-beda. Pilihan ga terbatas, mau lanjut S2 sambil kerja juga bisa. Ga kerja dan ga lanjut S2 juga ada sisi positifnya pilihan tersebut.

Menurut kbbi, keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran; bercita-cita adalah berkeinginan sungguh-sungguh; mencita-citakan adalah menginginkan dengan sungguh-sungguh. Saat usia 20 tahun saya memutuskan untuk tidak mempunyai cita-cita mengenai kerjaan/profesi/karir. Dimana semua mahasiswa tingkat akhir sudah merencanakan nanti akan kerja apa, kerja dimana, kerja di bidang apa, ingin posisi/karir seperti apa, gaji seberapa besar, kerja yang benar-benar aplikasiin ilmu kuliah atau engga, malahan saya semakin abu-abu. Pikiran saya kerja ya kerja, nothing special. Kerja ya buat dapetin penghasilan, kerja ya sebuah tanggung jawab yang ada kompensasinya. Continue reading “Kerja dulu atau langsung lanjut kuliah S2?”

Jabatan dalam pohon

IMG_20170924_100750.jpg

Suatu perusahaan/organisasi itu ibarat sebuah pohon. Posisi dan peran tiap jabatan dapat dilihat dari bagian pohon tersebut.

Karyawan biasa bagaikan akar pohon. Akar menopang dan mencari sumber air dan nutrisi untuk pertumbuhan pohon. Dia bergerak semakin dalam dan menjalar kemana-mana untuk mencari makanan pohon. Namun akar sesuai kodratnya akan selalu tertanam dalam tanah dan tidak dapat dengan mudah melihat kondisi sekitarnya. Yang dia tau hanyalah kondisi di bawah. Continue reading “Jabatan dalam pohon”

Sekolah Untuk Perempuan

Kalau sekolah ya jangan tinggi-tinggi, nanti susah cari jodohnya.
Sekolah jangan ambil yang susah-susah, nanti lama lulusnya.
Sekolah jangan lama-lama, nanti ketuaan, susah dapat jodoh.
Kerjanya jangan yang terlalu tinggi pangkatnya, nanti susah dapat jodoh.
Dst ga abis-abis kayak sinetron.

Sampai saya mikir, mending saya ga usah sekolah umum dari awal. Mending ikut sekolah pra-nikah langsung aja kalau patokannya ke jodoh. Beres dah ga dikomenin lagi.

Tapi untungnya saya ga ngikutin pikiran bego itu. Dan alhamdulillah, takdir hidup saya pun ternyata semakin baik (menurut saya). Karena apa yang saya lakukan hari ini, manfaatnya adalah untuk saya sendiri, bukan siapapun.

Dan saya masih ga paham, apa hubungan sekolah, jodoh, dan menikah? It’s super funny suggestions. Crappy. Can someone tell me a good answer of them? Oke, anggaplah saya sekarang sok tau. Dan saya bener-bener dah ga ngerti lagi mesti nanggepin ntu saran gimana. Melongo saya kalau di 2017 masih ada yang nyebutin pernyataan begitu.

Baiklah akan saya coba paparkan, dari pandangan saya. Continue reading “Sekolah Untuk Perempuan”