Hidup Penuh Aturan

Kadang jadi perempuan itu tak enak
Sempat ku berpikir seperti itu
Tak bisa pergi kesana kemari dengan leluasa
Tak cukup punya keberanian untuk melakukan semua yang diinginkannya

Jangan jadi ayam putih
Perempuan harus bisa masak
Jangan suka melala
Harus pandai basa basi sopan santun
Pandai-pandai bersikap sama orang
Ini itu dan segala macamnya
Begitulah nasihat ibu

Memang, manusia punya kodratnya masing-masing
Laki-laki dan perempuan berbeda didikannya
Tidak ada satu hal pun yang menyerupai sama
Baik itu lingkungan dan bagaimana didikan dari orangtua yang diterimanya
Menciptakan kepribadian anaknya masing-masing

Manusia itu punya pilihan
Kadang harus memilih yang sulit dari yang tersulit
Harus rela merelakan yang tak terpilih
Lelah memang sampai-sampai buta untuk berpikir jernih
Hingga tidak tau bahwa dia tidak tau

Setiap manusia punya kesulitannya masing-masing untuk dipahami
Ada yang 1 hari, 1 minggu, 1 tahun, bahkan bertahun-tahun agar bisa menyelami pemikirannya
Yang lama bersama belum tentu langgeng
Yang lama tak bertemu belum tentu menjauh
Yang tak sabaran akan berguguran
Yang bersabarlah akan berjalan beriringan

Begitulah aku memahami hidup

Advertisements

Sebatang pohon

Sebatang pohon…
Hanya kokok ayam jadi kawannya
Hanya matahari jadi energinya
Hanya miliki setetes air jadi harapannya

Sebatang pohon…
Telah hidup berkawan sepi
Telah lama hidup di bawah awan kelabu
Helai demi helai berjatuhan
Hingga daun terakhir yang tersisa
Bertahan dalam kekeringan

Dia tidak akan menangis
Karena dia tahu,
Air matanya tak kan keluar
Sia-sia…
Yang hanya bisa dilakukannya hanya
berdiam diri sebelum mati

Dipost kembali setelah yang pertama pada 24 januari 2013.

Pekanbaru People Say (Bahasa)

Sebuah tulisan ensiklopedia bahasa daerah yang semoga ada menambah pengetahuan. Ini dalam edisi rindu ngomong bahasa pekan tapi ketika ngomong jadi merasa aneh.

1. Sambal

‘Ma sambal hari ini apa?’ ‘Mama masak ayam hari ini’.

Do you get the meaning? Bukan saus sambal ya. Biasanya saya nyebut lauk pauk itu sambal. Mungkin ini karena ada akulturasi dari budaya minang kali ya. Kalau di minang nyebutnya ‘samba’. Ga ngerti juga apa ini bahasa di rumah saya saja atau sama se kota. Trus kalo nyebut sambal yang asli apa? Ya nyebutnya cabe.

‘Ma makanannya jangan dikasih cabe’. Begitu.

2. Kantong asoy

Ini sejenis pembungkus berbahan plastik. Nama lainnya kresek atau nama nasionalnya kantong plastik. Saya kadang mikir juga asal mula nama asoy-nya darimana ya?

3. Oplet

Ini nama buat angkutan kota atau angkot. Kalau sedang beruntung, anda akan menemukan oplet yang musiknya kenceng banget sampai kedengaran ke kendaraan lain. Dulu waktu SD, saya pulang sekolah naik oplet sama teman-teman. Kadang ngetemnya lama sampai opletnya penuh. Alhamdulillah baik-baik saja dan ga budeg walaupun kadang nemu oplet jenis begitu.

4. Mada

‘Ndeh, mada kali anak ni. Dah dibilang jangan pergi, pergi juga dia’

Biasanya ibu-ibu suka nyebut anaknya mada kalau anaknya ga mau dengerin kata ibunya. Entah di sekolah di rumah di pasar pasti ada yang nyebut mada. Mada = nakal. Btw, ini merupakan asli bahasa minang yang sering digunakan di pekan.

5. Peraut atau peruncing

Entah kenapa teman saya bingung ketika saya menyebut peraut atau rautan. Kadang saya juga nyebutnya peruncing. Rautan pensil. Saya tanya ke gugel, ngerti kok gugelnya.

6. Jilbab sorong

Ini sebutan buat jilbab instan atau jilbab yang langsung pakai. Kalau buat jilban segi empat, saya nyebutnya jilbab petak.

7. Bising

Biasanya lebih sering digunakan kata ‘bising’ untuk merujuk hal yang ‘ribut’. Entah untuk orang yang banyak ngomong, meribut ga jelas, atau suatu kondisi ribut.

‘Bising kali kau ni’. ‘Bising kali lah disini’. Begitu.

Ketika Senja Aku Pulang

Ketika Senja Aku Pulang

Ini puisi yang saya tulis 3 tahun yang lalu saat masih jadi maba. Dan sekarang saya sudah di tingkat akhir! Benar-benar tak terasa! Here we go, saya repost ulang puisinya disini. Part terakhirnya ditambahin teman.

Ketika senja aku pulang
Semilir angin mengelus wajahku
Jejak langkah-langkah menjadi walkman kecilku
Daun-daun kering menghujani ubun-ubunku
Warna warni pelangi menyala di kornea mataku

Ketika senja aku pulang
Suara sayup-sayup sang gajah berbisik kepadaku
Supaya aku kembali esok hari lagi,
hingga nanti aku benar-benar pantas untuk pulang

Ketika senja aku pulang
Seharian bersama gajah,
lelah rasanya, tapi akan kulalui bersama gajah
Agar nanti, ketika senja aku pulang
aku pulang dengan kebanggaan

Coba Water Colour

My first test use water colour. It’s not my hobby yet.

Percobaan pertama dengan menggambar pisang. Awalnya warnanya agak aneh dan kertasnya terlalu basah, tapi pas udah kering warnanya not bad lah. Walaupun masih jauh dari kata bagus. Warna ujung-ujung pisangnya terlalu menghitam kayak busuk. Hehe

Lets try it more!

The meaning of waiting for woman

Waiting…
She has two legs to walk
But she choose to wait there
She has a far destination
But she still choose to wait now

The friends leave her behind because
she take a long time to think when the right time come,
they can’t wait anymore
She hear a sound from the heaven that say she must wait
But no one of friends believe her
Although she is frightening, she still wait

The heaven couldn’t lie, she believe it
And on the right time, from unpredictable place, from unpredictable situation,
The miracle will come
Just wait