Sebatang pohon

Sebatang pohon…
Hanya kokok ayam jadi kawannya
Hanya matahari jadi energinya
Hanya miliki setetes air jadi harapannya

Sebatang pohon…
Telah hidup berkawan sepi
Telah lama hidup di bawah awan kelabu
Helai demi helai berjatuhan
Hingga daun terakhir yang tersisa
Bertahan dalam kekeringan

Dia tidak akan menangis
Karena dia tahu,
Air matanya tak kan keluar
Sia-sia…
Yang hanya bisa dilakukannya hanya
berdiam diri sebelum mati

Dipost kembali setelah yang pertama pada 24 januari 2013.

Seri Belajar: What do you do?

I am a student at the environmental engineering department. Sometimes, I go to campus at 7 AM. Since I am in the final year, I go to campus at 11 AM. I take the public transport to campus although it is near from my rent room. I don’t get any salary because studying is not a job. But sometimes for special case, it can be a job.

My father is a worker. He works at a government company. My father gets a good salary so he can give his children enough money every month. My mother is a housewife. She cook meals every day. She makes box meals for her children every morning. My mother has graduated from tahsin class since a long time ago. So in this year, she wanna apply her knowledge by being a tahsin teacher. My parents like their job.

Pekanbaru People Say (Bahasa)

Sebuah tulisan ensiklopedia bahasa daerah yang semoga ada menambah pengetahuan. Ini dalam edisi rindu ngomong bahasa pekan tapi ketika ngomong jadi merasa aneh.

1. Sambal

‘Ma sambal hari ini apa?’ ‘Mama masak ayam hari ini’.

Do you get the meaning? Bukan saus sambal ya. Biasanya saya nyebut lauk pauk itu sambal. Mungkin ini karena ada akulturasi dari budaya minang kali ya. Kalau di minang nyebutnya ‘samba’. Ga ngerti juga apa ini bahasa di rumah saya saja atau sama se kota. Trus kalo nyebut sambal yang asli apa? Ya nyebutnya cabe.

‘Ma makanannya jangan dikasih cabe’. Begitu.

2. Kantong asoy

Ini sejenis pembungkus berbahan plastik. Nama lainnya kresek atau nama nasionalnya kantong plastik. Saya kadang mikir juga asal mula nama asoy-nya darimana ya?

3. Oplet

Ini nama buat angkutan kota atau angkot. Kalau sedang beruntung, anda akan menemukan oplet yang musiknya kenceng banget sampai kedengaran ke kendaraan lain. Dulu waktu SD, saya pulang sekolah naik oplet sama teman-teman. Kadang ngetemnya lama sampai opletnya penuh. Alhamdulillah baik-baik saja dan ga budeg walaupun kadang nemu oplet jenis begitu.

4. Mada

‘Ndeh, mada kali anak ni. Dah dibilang jangan pergi, pergi juga dia’

Biasanya ibu-ibu suka nyebut anaknya mada kalau anaknya ga mau dengerin kata ibunya. Entah di sekolah di rumah di pasar pasti ada yang nyebut mada. Mada = nakal. Btw, ini merupakan asli bahasa minang yang sering digunakan di pekan.

5. Peraut atau peruncing

Entah kenapa teman saya bingung ketika saya menyebut peraut atau rautan. Kadang saya juga nyebutnya peruncing. Rautan pensil. Saya tanya ke gugel, ngerti kok gugelnya.

6. Jilbab sorong

Ini sebutan buat jilbab instan atau jilbab yang langsung pakai. Kalau buat jilban segi empat, saya nyebutnya jilbab petak.

7. Bising

Biasanya lebih sering digunakan kata ‘bising’ untuk merujuk hal yang ‘ribut’. Entah untuk orang yang banyak ngomong, meribut ga jelas, atau suatu kondisi ribut.

‘Bising kali kau ni’. ‘Bising kali lah disini’. Begitu.

Ketika Senja Aku Pulang

Ketika Senja Aku Pulang

Ini puisi yang saya tulis 3 tahun yang lalu saat masih jadi maba. Dan sekarang saya sudah di tingkat akhir! Benar-benar tak terasa! Here we go, saya repost ulang puisinya disini. Part terakhirnya ditambahin teman.

Ketika senja aku pulang
Semilir angin mengelus wajahku
Jejak langkah-langkah menjadi walkman kecilku
Daun-daun kering menghujani ubun-ubunku
Warna warni pelangi menyala di kornea mataku

Ketika senja aku pulang
Suara sayup-sayup sang gajah berbisik kepadaku
Supaya aku kembali esok hari lagi,
hingga nanti aku benar-benar pantas untuk pulang

Ketika senja aku pulang
Seharian bersama gajah,
lelah rasanya, tapi akan kulalui bersama gajah
Agar nanti, ketika senja aku pulang
aku pulang dengan kebanggaan

Coba Water Colour

My first test use water colour. It’s not my hobby yet.

Percobaan pertama dengan menggambar pisang. Awalnya warnanya agak aneh dan kertasnya terlalu basah, tapi pas udah kering warnanya not bad lah. Walaupun masih jauh dari kata bagus. Warna ujung-ujung pisangnya terlalu menghitam kayak busuk. Hehe

Lets try it more!

The meaning of waiting for woman

Waiting…
She has two legs to walk
But she choose to wait there
She has a far destination
But she still choose to wait now

The friends leave her behind because
she take a long time to think when the right time come,
they can’t wait anymore
She hear a sound from the heaven that say she must wait
But no one of friends believe her
Although she is frightening, she still wait

The heaven couldn’t lie, she believe it
And on the right time, from unpredictable place, from unpredictable situation,
The miracle will come
Just wait