#1 EngLes| Memberikan informasi pribadi

Hai, jadi setiap rabu aku berencana bakalan ngepost latihan bahasa inggris yang baru aku pelajari. Biar keinget lama dan langsung dipraktikan. Seri ini aku beri nama #EngLes, english lesson. Here we go!

  • Hi, what is your name?
  • My name is Ika.
  • How old are you?
  • I am 20 years old.
  • Where were you born?
  • I was born in Dumai, Riau?
  • Where do you live now?
  • I have been living in Bandung since 2013 to study in ITB. 
  • How old were you when you moved to Siak?
  • Actually, I was 7 years old when i moved to Siak from Dumai. Then, I moved again to Pekanbaru in 2004. 
  • How long did you live in Pekanbaru for?
  • I lived in Pekanbaru for 9 years.
  • How long did you study?
  • I have been studying since I was 6 years old. I am really tired now to study again.

Satu lagi

Alhamdulillah, hari ini saya telah mengikuti sidang sarjana. Satu lagi tahap sudah dilewati. Hanya bisa termenung karena merasa ga maksimal. Saya tidak puas. Ini mungkin kata yang tepat. Ada perasaan campur aduk antara senang dan lelah. Namun lelahnya lebih banyak.

Terimakasih teman-teman ku yang menemani, mengucapkan semangat, do’a, dan membantu pada hari-hari sebelumnya.

Bimbingan ala kadarnya. Mengerjakannya deadline j- sekian. Tidur ga beraturan. Makan sesempatnya. Tidak sehat memang hidup seperti ini. Kadang aku berpikir, adakah guna gelar sarjana ini untuk kehidupan kelak? mungkin ada.. (jawabnya diujung langit, kita kesana dengan seorang anak). Ah sudahlah. Ini membuat jadi pusing saja.

Jadi pikir-pikir lagi buat mengambil S2. Lelah juga belajar. Apalagi sesuatu yang ga bikin excited. Hasil yang didapat juga sebenarnya biasa saja. Mungkin sudah mentok semangatnya sampai disini. Ya hasil yang didapat jadinya ga beda jauh.

Alhamdulillah ya allah. Engkau masih beri aku kesehatan pada hari ini. Masih bisa melampiaskan emosi ini di halaman blog. Masih bisa melihat untuk membaca sumber-sumber ilmu lainnya.

Sekian. Sudah lama ya tidak curhat begini.
Salam dari kosan yang sepi.

Belajar dengan sindiran

Akhir-akhir ini saya ngerasa kalo waktu 24 jam itu ga cukup. Ga cukup banyak untuk ngelakuin semua hal dalam satu hari misal main, nonton, ngerjain tugas belajar. Pasti ada-ada aja keteteran. Ngerjain TA ini menyita waktu ku. Duduk depan laptop dari pagi, makan solat, duduk lagi, cek-cek hp eh kebablasan berjam-jam, trus mulai lagi megang laptop. Gitu aja trus hampir berminggu-minggu ini. Harusnya sekarang saya lagi benerin draft TA dan gambar-gambarnya itu yang menurut saya masih kurang-kurang jelas karena hari kamis mau dikasihin ke dosen penguji. Uwooo.

Ditengah-tengah kebosanan tersebut, tiba-tiba kepikiran tentang…

Sindiran.

Nyinyir kalo anak muda sekarang bilang.

Dipikir-pikir lagi, saya bisa menjadi seperti sekarang karena sindiran. Ya, sindirannya sebagian saya dengar trus sebagian saya tanggapi dengan ngomel-ngomel dan sebagian lagi nancep ke dalam hati sampai sekarang. Entah sengaja atau tidak, tapi saya anggap sebagai sindiran sampai saat ini. Kalo orang tua bilang itu nasehat. Tentu cara penyampaiannya beda-beda, (1) ada yang lemah lembut, (2) ada yang to the point, (3) ada yang dengerinnya sampai kesal. Kebanyakan saya (ngerasa) disindir nya dengan cara (2) dan (3). Jadi kalo disuruh buat nasehatin/bilangin orang secara baik-baik dan tutur kata lemah lembut, saya ga tau caranya.

Lihat ni si A, rajin bantu orangtuanya. Lihat ni si B, sopan santun, dan lihat-lihat yang lainnya. Oke wajar orangtua ingin anaknya berbakti ke orang tua. Sayanya saja yang pemalas kalo soal kerjaan rumah, misal nyuci piring dan gosok baju. Ya malas aja soalnya banyak bendanya udah menumpuk-numpuk. Kebawa-bawa juga sampai sekarang. Lebih milih mendekam di kosan daripada harus nginep rumah om tante dimana sewajarnya saya harus bantu kerjaan rumah juga.

Persoalan yang umumnya adalah soal hijab/kerudung/jilbab.

“Masyaallah, makin cantik ya sekarang pakai hijab”, kira-kira beginilah tanggapan teman-temannya. Diapun tampak lebih stylist dan gunain kerudungnya udah pro gitu.

Beberapa anak muda menggunakan hijab setelah perenungan yang panjang, niat ingin mendekatkan diri kepada allah, niat ingin jadi lebih baik dan sebagainya.

Kalau saya

“Iya iya nanti pas masuk SMA”, jawaban karena lelah disuruh-suruh terus make. Akhirnya saya make di hari sabtu (kayaknya pertama masuk sekolah) dengan ala kadarnya. Jilbabnya udah belepotan ga karuan. Lucu juga ya hahaha. Niatnya cuma satu, biar ga usah dinasehatin lagi.

“Anggun-anggun ya anak-anak X, pada pake rok” atau “Apa tu celana, keliatan tu auratnya (bentuk tubuhnya, kakinya), jelek pakai celana pakaiannya kayak lelaki”. Dan entah kenapa setelah itu baju-baju saya adanya rok semua -___- dan ga pernah dibeliin kalo yang selain rok. Niatnya cuma satu lagi, biar ga usah dinasehatin lagi dan baju saya adanya itu doang. Tampaknya doang jadi anak baik. Padahal niatnya ga murni-murni banget karena ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Sampai-sampai sekarang saya mikir, saya udah di tahap seperti ini (mungkin disaat orang lain baru punya niatan) tapi kok saya ga dapet apa yang saya mau. Merasa hidup terkekang, saat orang lain punya jurus 1000 langkah. Untuk ke tahap lebih tinggi, saya pun sebenarnya jadi lebih takut. Pertanyaan tentang ‘harus dengan cara seperti apa lagi agar saya mendekatkan diri kepada Allah?’ ‘apa tindakan hijrah yang benar-benar saya lakukan dengan niatan sendiri?’. Prinsip take action and think later kadang bikin ngejalaninnya setengah hati.

Intinya, sindiran/nasehat itu punya efek yang keras. Selain itu, lingkungan yang paling utama ngebentuk karakter dan penampilan seseorang. Sekian post random kali ini.

Jadi yang biasa

Selama 2 minggu ke belakang ini, banyak hal yang sudah saya lalui. Deadline-deadline yang menguras pikiran, tenaga, dan waktu tidur serta hal-hal refreshing yang menguras waktu istirahat, namun saya tetap melakukannya karena bosan.

By the way, kemarin saya habis pameran tugas akhir. Hasilnya? Dianggap not bad lah. Therefore, tugas akhir saya kepilih buat dijadiin contoh tugas akhir yang dikirim ke abet. Yang saya lakukan sampai hari ini? Tersenyum kecut, bersikap santai, tidur sesukanya, dan belum memulai mengerjakan apapun padahal deadlinenya tanggal 23. Yaa semoga saja besok bisa diburu walalu sebenarnya saya sendiri ga yakin.

I am a pro deadliner. Itu moto saya. Walau jujur… sebenarnya jadi deadliner sangat-sangat-sangat capek.

Udah dulu ya kata pengantarnya. Sebenarnya yang ingin saya bahas adalah kebingungan saya tentang sebenarnya saya ini di posisi seperti apa dan ingin di posisi apa.

Let me tell you.

Sebagian orang-orang sangat awam, mungkin melihat penampilan saya sebagai anak baik-baik. Pakai kerudung yang udah agak tebal, udah ga pake kerudung lempar ke bahu, dan pake rok. Standar kebaikan dari penampilan buat jadi anak baik udah meningkatlah ya. Jadi muslimah baik. Padahal… who knows buat istiqomah itu sulit. Kalo standar kebaikan cuma dilihat dari penampilan, persepsi semua orang mudah disetir. Tapi yang terjadi sekarang memang begitu, standar kebaikan dimulai dari penampilan.

Tapi bukan itu inti cerita yang ingin saya sampaikan.

Nah, saya ini termasuk orang yang melihat standar kebaikan dari penampilan. Semua yang pakai kerudung, pake rok, pake kaos kaki, saya benar-benar kagum dengan mereka. Serius. Tapi kadang, saya bingung dengan sebagian mereka, yang ternyata saya anggap baik, ternyata belum baik. Yah kagum sama manusia emang ga ada gunanya.

Pertama, ada yang masih pacaran. Katanya sih ala-ala syar’i. Ga ngapa-ngapain. Secara baik-baik saja. Mungkin iya standar baik di mata orang awam. Mereka mungkin merasa lebih ‘senang’, karena kemana-mana ada yang nemenin, ada teman makan, ada teman curhat, ada yang bantuin ngerjain tugas, ada teman jalan, ada yang nyemangatin, dll. Mereka pintar dalam hal akademik, berbicara depang umum, punya softskill yang bagus, disenangi banyak orang, tapi sayang aja, masih memilih untuk mencari jodoh dengan cara tidak halal.

Kedua, ini masalah belajar. Banyak perempuan yang pintar dan ingin melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Mereka pun mempunyai orang tua yang mendukung. Look so perfect, right? Mereka tinggal fokus dan belajar untuk mencapai hal tersebut. S2 atau S3 di luar negeri? Bagi orang-orang yang punya segudang cita-cita tinggi, bisa jadi itu salah satu impiannya. Bangun negara. Kontribusi terhadap dunia penelitian, pendidikan, ataupun pengabdian masyarakat. How amazing are they? Udah mikirin kemaslahatan banyak orang aja. Dan tentu sebagian dari mereka, udah saya anggap seseorang yang lebih muslimah.

Tapi apa iya bagi seorang perempuan itu menjadi jalan ibadah? It’s… your choice. I’m confused what the right answer.

Jujur saya sendiri masih tidak paham maksud hadist yang menyebutkan haram wanita bepergian tanpa mahram. Ada yang bilang boleh kalau sejauh perjalanannya kurang satu hari, ada yang bilang haram. Ada yang bilang tiga hari, dan lain-lain. Ada juga yang bilang, jangankan pergi sendiri saja tidak boleh, apalagi tinggal sendiri (maksudnya safar saja dilarang apalagi bermukim), ada juga yang bilang boleh. Banyak sekali versinya. Membingungkan.

Kalau mengambil paham keras, perempuan tidak boleh bepergian tanpa mahram dan tinggal sendiri di luar negerinya, haram hukumnya. Apakah paham ini sudah tidak relevan lagi di jaman sekarang? Kemana-kemana sekarang gampang, tinggal naik pesawat. Negara yang jauh terasa dekat. Ga butuh berhari-hari untuk sampai ke negara tujuan seperti zaman dulu. Bisa jadi negara tujuan tersebut, tingkat kriminalitasnya sangat rendah dibanding negara/kota sekarang dia tinggal. Tapi apa iya dengan alasan untuk menuntut ilmu, ilmu kan ibadah, nanti ilmunya bisa dibagikan ke banyak orang lalu jadi sedekah jariyah, melakukan penetian dan menemukan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang, berlatih hidup mandiri dan sebagainya. Menjadi orang yang bermanfaat, apa iya harus ditempuh dengan jalan mencari pendidikan keluar negeri melaui cara bepergian sendiri? Bingung? Solusinya? Easy. Nikah aja. Ada teman untuk menemani dan ga takut kalo dosa. I realize, nikah ga semudah itu apalagi nanti keinginan kita bakal dituruti, apalagi tanggungjawab bertambah dibanding hidup sendirian.

Ah satu lagi, ada dongeng yang disampaikan ke saya, menyebutkan bahwa ilmu dunia ga guna. Apapun itu ilmu dunia. Karena yang bermanfaat hanyalah ilmu akhirat. Hanya ilmu agama yang dibawa mati. Ga guna cari ilmu setinggi-tingginya entah itu sampai gelar doktor bla-bla. So, buat apa saya disekolahin dari dari umur 6 tahun di sekolah umum. Belajar capek-capek 11 tahun. Terus kuliah 4 tahun. Kadang kalo ada yang bilang seperti ini saya merasa sedih dan ga guna. Tapi pecundang sekali saya jika mengaminkan pernyataan tersebut tanpa berbuat apa-apa.

Complicated.

Sepertinya memang, hal yang terberat bagi perempuan adalah pacaran dan bepergian.

Saya sebagai perempuan yang biasa saja, merasa berat akan kedua hal tersebut. Apalagi yang nomor 2. Sebagai perempuan mandiri, saya ingin bisa kebanyak tempat, melakukan banyak hal, melakukan sesukanya yang saya inginkan. Ceileh.

Tergolong dalam kategori biasa, menjadi berat untuk saya harus mengimplementasikan  hal kedua tersebut ke dalam kehidupan saya. Keadaan memaksa saya harus cepat beradaptasi. Tertekan. Walaupun sejujurnya dalam hati, sangat-sangat-sangat ingin berkata, “ntar-ntar ajalah, kan saya ini biasa-biasa aja, penampilan juga biasa saja, ga terlalu muslimah, ga alim-alim banget, bukan anak mentoring juga, ambil paham yang ringan-ringan saja”. Tapi… saya harus bisa menahan banyak keinginan dan cita-cita tersebut hingga waktu yang belum ditentukan. Bersabar. Bersabar. Setiap hari. Ini ilmu yang paling mahal saya pelajari.

Yang pasti alasan saya untuk tinggal di kota dan negara yang berbeda karena saya ingin menemukan kebenaran akan suatu hal. Misal, apakah benar orang luar negeri jahat-jahat? Apakah benar orang luar lebih pintar? Apakah benar mereka tidak menghargai muslim? Apakah benar tinggal disana lebih nyaman dan aman? Apakah benar disana pendidikannya lebih bagus? Apakah benar… dongeng-dongeng yang saya dengar itu nyata ataukah hanya sebuah mitos? Saya pasti akan selalu penasaran.

Udah ah nyinyirnya.

Terakhir, saya mau mengucapkan selamat buat salah satu sahabat terbaik saya, Dini, yang sudah selangkah lebih maju. Semoga surga menjadi lebih dekat dengannya ya. Amiin.

 

 

Tips-tips dan Pengalaman SBMPTN

Kadang saya mikir, apakah ini kebetulan atau tidak, tempat yang pernah saya kunjungi sebelum sah menjadi bagian dari tempat tersebut artinya aku tidak akan memilih menjadi bagian tersebut di masa depan. Dulu waktu libur SMA setelah 3 tahun mengagumi mampir ke UI mau liat-liat kampusnya, eh ternyata ga jadi. Dulu liat-liatnya jurusan kesehatan masyarakat, kedokteran gigi, teknik industri, teknik sipil, eh ujung-ujungnya ga jadi juga. Akhirnya saya terdampar di kampus, jurusan dan kota yang mikirnya cuma in the last minute. Mikirnya ga pake lama, langsung kepikiran yaudah pilih ah. Apakah kalian ada yang sama dengan saya?

Sekarang saya sedang menerka-nerka, akan bagaimana setelah saya lulus? Apakah akan kerja, akan malas ngapa-ngapain, akan kuliah lagi atau apa? Selama hampir 3 tahun saya bingung akan antah berantah dimana saya akan kerja, apa kerjaan yang saya suka sesuai dengan jurusan saya, berapa gaji yang saya mau. Eh ujung-ujungnya sekarang, ini pikiran selintas, saya abis lulus maunya les bikin kue, terus bikin toko oleh-oleh di pekanbaru yang lagi hits sekarang. Ujung-ujungnya ngambil fasttrack karena emang ga punya patokan buat kerja. Kerja ah gampang, kalau ada yang tiba-tiba menarik, saya ngelamar, kalau belum ada yaudah sih.

Anyway, “Selamat buat adik-adik yang lulus di SNMPTN 2017 mau itu pilihan satu atau dua, tetap kalian telah berhasil mendapatkan pilihan kalian”.

Saya iri dengan kalian karena saya harus menempuh SBMPTN 2013 yang sebenarnya saya ini pemalas belajar lagi. Dengan PDnya saya, (dulu sebelum pengumuman) gapapa ah ikut ujian lagi. Sehari abis pengumuman, masih biasa, dua hari setelahnya biasa aja, hari ketiga saya nangis karena saya  merasa bego salah strategi pilih jurusan pas snmptn makanya ga lulus. Harus datang bimbel tiap hari, ikut try out, bolak balik buku. Alhamdulillah teman bimbel orang-orangnya ambis semua (kebetulan teman satu sekolah juga), jadi walaupun pemalas tetap punya target yang tinggi.

Try out pun datang telat dan saya ga pernah benar-benar ngukur kemampuan jadi pas milih-milih jurusan lagi ya gambling. Try out nya ga pernah sepuluh besar paling di pertengahan dari keseluruhan peserta. Tapi tetap pasang target harus tinggi. Si A aja berani pilih Z, masa saya engga? Trigger saya itu doang. Doa-doa aja yang dibanyakin. Pas milih univnya juga in the last minute, takut-takut ga bisa saing karena saya ga tau kemampuan maksimal saya berapa akibat ga pernah serius ngerjain TO. Ini beneran, saran yang paling penting, kalian harus serius ngerjain TO biar kalian tau dan pede dengan kemampuan kalin, jadi ga takut-takut milihnya kayak saya. Kenapa saya ga memilih untuk serius TO? Kalau nanti terlalu serius dan ternyata hasilnya jelek saya bakalan down dan nganggap ternyata saya masih dibawah teman-teman. Kalau jelek kan saya bakalan nganggap karena saya ga serius dan muncul lah motivasi sebenarnya bisa kalau saya serius. Aneh ya?

Kuliah itu 4 tahun normalnya. Lama ya? Engga kok, ternyata bentar doang. Milih jurusan atau universitas jangan karena gengsi-gengsi-an. Tapi ya gengsi penting juga buat sebagian orang. Kalian mau jurusan paling sulit masuknya di univ top, boleh-boleh aja. Mau di univ top, tapi milihnya jurusan yang masuknya ga terlalu susah, ya boleh-boleh aja. Mau jurusan paling top saat ini tapi milihnya univ biasa aja, ya boleh-boleh aja. Itu pilihan kalian. Banyak orang yang komenin. “ah milih jurusannya terlalu gampang, ah jurusannya terlalu sulit pilihnya, ah pilih univnya terlalu top atau yang biasa-biasa ja”, gausah usah didengerin. Pasti ada itu dengungin hati kecil kalian menganggapnya seperti itu.

Cari di internet tentang informasi jurusan mah sekarang makin gampang. Makin banyak yang situs-situs lebih informatif dan memotivasi. Motivasi bisa banyak hal, mulai dari gajinya, tempat kerjanya, penampilannya, dan sebagainya.

Jangan kalian tertipu dengan diri sendiri dan membatasi diri. Karena nilai fisika kimia kalian bagus, makanya kalian minat masuk teknik. Karen nilai biologi kalian bagus makanya minat masuk kedokteran. Nilai itu fana kawan-kawan. Engga salah sih mikirnya begini, semua terserah kalian.

Saya pernah denger ada yang ngasih tips kira-kira begini: “kalian kalau milih jurusan jangan hanya mikirin selama 4 tahun kedepan, tapi juga mikirin bakalan kerja seperti apa. Apakah lebih suka kerja di kota atau daerah pedalaman, apakah suka suasana rame atau yang sunyi adem. Intinya berpikiran jauh kedepan, jangan karena gengsi-gengsian”. Contohnya nih ya teknik tambang, perminyakan, geologi, ya  kerjanya emang di lapangan dan kadang harus ke pelosok Kalimantan, Sulawesi, Papua, karena lokasi perusahaannya memang disana. Buat anak kota-kota besar yang biasanya hidup enak di kota, semua serba ada, berbagai jenis makanan ada, ramai banyak orang, kalian harus mikir-mikir lagi bakalan betah ga tuh tinggal di tempat yang sepi. Tapi sebanding juga sih kalian bakalan dapat gaji yang gede. Kerja itu lama bung, bisa sampai 20-30 tahun ditekunin. Coba renungi, kalian siap ga bakalan ngejalaninnya.

Betul banget ini tipsnya, buat orang yang idealis “jurusan dan kerja harus selaras” dan “sayang ilmunya ga dipake”. Jika kalian idealis, ikutin lah saran tersebut.

Biar kebayang kerjaannya seperti apa, kalian mungkin bisa nonton youtube. Pasti setidaknya kalian mendapatkan gambaran kerjanya seperti apa. Semakin hari semakin banyak orang yang gaji oriented pemikirannya. Mau yang kerja gajinya gede atau biasa aja. Itu terserah kalian, yang penting siap untuk mengeluarkan usaha setimpal.

Ini masalah kalian bisa ngontrol diri atau tidak untuk tidak terjerumus ke godaan-godaan yang fana. Entah jurusan, gaji, kerjaan, gengsi. Udah banyak yang lulusan jurusan A, B,C di Indonesia, nanti susah saingnya. Jurusan D masih dikit nih di Indonesia, peluangnya gede. Jurusan E susah cari kerjanya nih nanti. Dengarkan saya, yang penting kalian fokus observasi jurusan yang benar-benar buat kalian ‘klik’.

Akhir kata, saya mau menyimpulkan ke dalam beberapa tips untuk adik-adik yang harus menempuh SBMPTN.

  1. Ngerjain TO harus serius, anggaplah seolah-olah itu beneran ujian supaya kalian pede.
  2. Milih jurusan jangan hanya karena gengsi, tapi observasi juga kerjanya bakalan seperti apa
  3. Jangan mematok diri kalian berdasarkan nilai dominan dan kesukaan
  4. Jangan berkecil hati jika ada yang menganggap pilihan kalian terlalu sulir atau terlalu gampang
  5. Rajin berdoa dan minta restu ke orangtua
  6. Kalau kalian bukan tipe orang idealis, “jurusan dan kerja harus selaras” dan “sayang ilmunya ga dipake”, selamat kalian bebas memilih jurusan apa saja asal bikin bahagia.

Ika,
Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB yang syarat lulusnya harus desain dan ngelampirin sertifikat toefl.
Doakan semoga saya bisa lulus di bulan juli ini ya!

Tentang Al-Baqarah (2)

Part 1 disini.


Q: Bagaimana keadaan manusia yang menyembah selain Allah di hari akhir nanti?
Menyesal.

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besarnya cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim* itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS 2:165)

Keterangan lanjutanya ada di ayat 166 dan 167.

*Zalim disini ialah orang yang menyembah selain Allah. Maksudnya ketika orang yang zalim tersebut melihat sesembahan mereka tidak memberikan manfaat sama sekali pada hari kiamat, mereka pasti meyakini bahwa seluruh kekuatan hanya milik Allah.

Banyak orang yang dalam melakukan sesuatu mengikuti kebiasaan yang ada di daerahnya, contohnya adat, agama, dll. Padahal kebenaran mesti dicari. Jangan ngikutin nenek moyang saja. Dulu orang arab pada masa jahiliyah dalam beribadah mengikuti kebiasaan nenek moyang mereka, yaitu menyembah berhala (patung).

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ikutilah apa yang diturunkan Allah”, mereka menjawab, “(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya). “Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. (QS 2:170)

Q: Bagaimana sebenarnya hakikat kebaikan itu?
Baik itu tidak hanya ke sesama manusia, tetapi juga dia beriman.

“Kebajikan itu bukanlah menghadap wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekan hamba sahaya, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itu lah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS 2:177)

Q: Bagaimana hukuman bila membunuh manusia?
Bayar qisas. Penjelasannya QS 2:178-179.

Q: Bagaimana cara membuat wasiat harta sebelum meninggal?
Membuat wasiat pun ada aturannya, jangan berat sebelah dan ga boleh sembarangan. Penjelasannya di QS 2: 181-183.

Q: Ayat yang menjelaskan tentang perintah puasa? kenapa mesti puasa dan bagaimana bila tidak bisa berpuasa?
Puasa supaya bertaqwa dan hukumnya wajib. Penjelasannya di QS: 183-185.

Q: Apa saja makanan yang diharamkan dalam islam?
Makan daging hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Kalau ga nyebut nama Allah atau apapun, wallahualam. Intinya makan yang halal, yang baik-baik. Biar amannya  bisa dicek ada sertifikat halal atau tidaknya dari MUI. Untuk liat produk apa saja yang udah disertifikasi oleh MUI, bisa cek disini

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS 2:168)

“Wahai  orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS 2:171)

“Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS 2:173)

Q: Banyak sekali peperangan di negara timur tengah sana yang kini terjadi. Bagaimana sebenarnya islam memandang perang?
Entah apa alasan sebenarnya yang memicu peperangan. Yang pasti tidak semua orang timur tengah sana adalah muslim.
Penjelasannya dapat dilihat di QS 2:190-193. Di al-qur’an juga dijelaskan tata cara berperang. Perang harus di jalan Allah dan tidak melampaui batas. Kalau musuh bertobat kemudian mereka beriman, maka mereka bebas (tidak ada lagi permusuhan). Saya pernah baca, kalau tidak ada penjara yang dibikin muslim pada zaman dulu karena perang tujuannya memang untuk menegakkan islam. Lain halnya di kerajaan romawi, persia, atau eropa lainnya. Mereka membuat penjara-penjara untuk menyiksa tahanan perang. Di Indonesia aja bisa ditemukan bekas jajahan belanda dulu berupa goa-goa bekas penjara.

Q: Bagaimana sikap kita bila menyenangi suatu hal?
Ini ayat yang buat saya selalu bersabar ketika menghadapi kegagalan atau tidak tercapai keinginan saya. Terkadang juga ketika merasa terpaksa menjalankan perintah agama. Terpaksa disini maksudnya ketika langkah saya tertahan untuk melakukan ini itu, sementara orang lain bisa bebas melakukan keinginannya.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS 2:216)

Q: Apakah mukjizat yang ada pada Nabi Isa adalah pemberian Allah?
Ya.

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Sebagian mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagiab lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri ‘Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus*. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.” (QS 2:253)

Q: Ayat yang menjelaskan tentang Allah?
Ayat kursi dan banyak lainnya lagi.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran”. (QS 2:186)

“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui sesuatu apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya* meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha tinggi, Maha besar.” (QS 2:255)

*Sebagian mufasir mengartikan dengan ilmu Allah, ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya. dan ada juga yang menafsirkan lain.

Q: Orang islam pelit-pelit?
Masa sih? Banyak sekali ayat di al-qur’an yang Allah menyuruh untuk berinfaq, kepada siapa berinfaq, tata cara nya bagaimana mulai dari meluruskan niat (hanya mengharap ridha Allah), hingga jangan sampai cara kita berinfaq menyakiti orang lain.

Tentang Al-Baqarah

Akhir-akhir ini saya mulai mencoba untuk membaca terjemahan al-qur’an setelah hampir 14 tahun bisa membacanya namun jarang sekali untuk ingin mengetahui artinya. Karena suatu dan lain hal, ‘saya merasa kalah’ dibanding (mungkin ada) non muslim yang sudah menamatkan membaca terjemahan al-qur’an.

Semakin hari, saya semakin percaya bahwa al-qur’an diturunkan oleh Allah melalui wahyu yang diberikan kepada rasulullah. Diperkuat lagi bahwasannya rasulullah dan sahabat-sahabatnya bisa menghapal al-qur’an padahal dahulu al-qur’an belum bentuk yang dibukukan. Saya lupa pada zaman khalifah apa dibukukan. Sepahaman saya, tujuan pembukuan agar al-qur’an tidak hilang dari manusia. Terlebih lagi, dahulu para sahabat penghapal al-qur’an telah gugur satu per satu.

Berikut beberapa catatan yang saya tandai pada juz pertama al-qur’an (yang sekiranya menurut saya dekat dengan kehidupan manusia). Rencananya akan saya buat dalam beberapa postingan. Saya buat dalam bentuk tanya jawab seolah-olah dari orang awam biar gampang dimengerti.

  1. Q: Beneran ga sih al-qur’an ini ‘benar’?

    “Kitab (Al-qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-baqarah 2:2)
    “Dan jika kamu meragukan (Al-qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengan-nya dan ajaklah penolong-penolong-mu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.”(2:23)
    “Jika kamu tidak mampu membuat-nya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.”(2:24)

    Ini jawaban dari Allah buat orang-orang yang merasa ragu dengan al-qur’an. Bukti keabsahan Al-qur’an. Ada pada halaman pertama. Penjelasan tentang siapa orang yang bertakwa dijelaskan lagi pada ayat 3 dan 4.

  2. Q: Siapa yang disebut kafir?
    Mungkin ada non muslim yang merasa tersinggung ketika ada yang mengatakan dirinya kafir. Dulu saya pikir artinya kafir, musyrik, sirik sama saja, ternyata beda. Pada ayat ke 6, Allah menyebutkan kata kafir. Penjelasan tentang kafir saya baca pada catatan kecil dibawahnya.
    “Kafir, jamaknya kuffar, yaitu orang yang tidak percaya kepada Allah, rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari kiamat.”
  3. Q: Kan Rasulullah baru ada tahun 571 M dan diangkat menjadi nabi pada umur 40 tahun, islam belum ada dong berarti sebelum itu. Bagaimana dengan orang-orang yang meninggal sebelum islam ada?
    Ini pernah saya pertanyakan juga beberapa tahun lalu. Sahabat nabi jauh sebelum itu juga pernah bertanya. Dan inilah jawaban dari Allah.

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, dan orang-orang Sabi’in, siapa saja (di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhan-nya tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”(2:62)

    Q:Berarti agama yahudi dan nasrani bener juga dong?
    Tunggu dulu. Ayat ini ada nyambungnya juga ke ayat lain yang ada di Surah Ali-Imran.

    “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab* kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Ali-Imran 3:19)
    “Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan** tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti? Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus***, muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.” (3:65-68)

    Catatan:
    *Kitab yang dimaksud ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-qur’an.
    **Orang yahudi dan nasrani masing-masing menganggap Nabi Ibrahim a.s itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Nabi Ibrahim a.s itu datang sebelum mereka.
    ***Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.


    Intinya dengan tegas Allah mengatakan satu-satunya agama yang diterima disisi Allah adalah Islam. Untuk orang-orang yang mengklaim kalau ada nabi yang agamanya selain islam, itu tidak benar. Semua nabi terdahulu adalah seorang muslim dan agamanya islam. Entah darimana istilah yahudi nasrani dll. Islam adalah agama yang original dan ada sejak manusia pertama diciptakan.