Tips-tips dan Pengalaman SBMPTN

Kadang saya mikir, apakah ini kebetulan atau tidak, tempat yang pernah saya kunjungi sebelum sah menjadi bagian dari tempat tersebut artinya aku tidak akan memilih menjadi bagian tersebut di masa depan. Dulu waktu libur SMA setelah 3 tahun mengagumi mampir ke UI mau liat-liat kampusnya, eh ternyata ga jadi. Dulu liat-liatnya jurusan kesehatan masyarakat, kedokteran gigi, teknik industri, teknik sipil, eh ujung-ujungnya ga jadi juga. Akhirnya saya terdampar di kampus, jurusan dan kota yang mikirnya cuma in the last minute. Mikirnya ga pake lama, langsung kepikiran yaudah pilih ah. Apakah kalian ada yang sama dengan saya?

Sekarang saya sedang menerka-nerka, akan bagaimana setelah saya lulus? Apakah akan kerja, akan malas ngapa-ngapain, akan kuliah lagi atau apa? Selama hampir 3 tahun saya bingung akan antah berantah dimana saya akan kerja, apa kerjaan yang saya suka sesuai dengan jurusan saya, berapa gaji yang saya mau. Eh ujung-ujungnya sekarang, ini pikiran selintas, saya abis lulus maunya les bikin kue, terus bikin toko oleh-oleh di pekanbaru yang lagi hits sekarang. Ujung-ujungnya ngambil fasttrack karena emang ga punya patokan buat kerja. Kerja ah gampang, kalau ada yang tiba-tiba menarik, saya ngelamar, kalau belum ada yaudah sih.

Anyway, “Selamat buat adik-adik yang lulus di SNMPTN 2017 mau itu pilihan satu atau dua, tetap kalian telah berhasil mendapatkan pilihan kalian”.

Saya iri dengan kalian karena saya harus menempuh SBMPTN 2013 yang sebenarnya saya ini pemalas belajar lagi. Dengan PDnya saya, (dulu sebelum pengumuman) gapapa ah ikut ujian lagi. Sehari abis pengumuman, masih biasa, dua hari setelahnya biasa aja, hari ketiga saya nangis karena saya  merasa bego salah strategi pilih jurusan pas snmptn makanya ga lulus. Harus datang bimbel tiap hari, ikut try out, bolak balik buku. Alhamdulillah teman bimbel orang-orangnya ambis semua (kebetulan teman satu sekolah juga), jadi walaupun pemalas tetap punya target yang tinggi.

Try out pun datang telat dan saya ga pernah benar-benar ngukur kemampuan jadi pas milih-milih jurusan lagi ya gambling. Try out nya ga pernah sepuluh besar paling di pertengahan dari keseluruhan peserta. Tapi tetap pasang target harus tinggi. Si A aja berani pilih Z, masa saya engga? Trigger saya itu doang. Doa-doa aja yang dibanyakin. Pas milih univnya juga in the last minute, takut-takut ga bisa saing karena saya ga tau kemampuan maksimal saya berapa akibat ga pernah serius ngerjain TO. Ini beneran, saran yang paling penting, kalian harus serius ngerjain TO biar kalian tau dan pede dengan kemampuan kalin, jadi ga takut-takut milihnya kayak saya. Kenapa saya ga memilih untuk serius TO? Kalau nanti terlalu serius dan ternyata hasilnya jelek saya bakalan down dan nganggap ternyata saya masih dibawah teman-teman. Kalau jelek kan saya bakalan nganggap karena saya ga serius dan muncul lah motivasi sebenarnya bisa kalau saya serius. Aneh ya?

Kuliah itu 4 tahun normalnya. Lama ya? Engga kok, ternyata bentar doang. Milih jurusan atau universitas jangan karena gengsi-gengsi-an. Tapi ya gengsi penting juga buat sebagian orang. Kalian mau jurusan paling sulit masuknya di univ top, boleh-boleh aja. Mau di univ top, tapi milihnya jurusan yang masuknya ga terlalu susah, ya boleh-boleh aja. Mau jurusan paling top saat ini tapi milihnya univ biasa aja, ya boleh-boleh aja. Itu pilihan kalian. Banyak orang yang komenin. “ah milih jurusannya terlalu gampang, ah jurusannya terlalu sulit pilihnya, ah pilih univnya terlalu top atau yang biasa-biasa ja”, gausah usah didengerin. Pasti ada itu dengungin hati kecil kalian menganggapnya seperti itu.

Cari di internet tentang informasi jurusan mah sekarang makin gampang. Makin banyak yang situs-situs lebih informatif dan memotivasi. Motivasi bisa banyak hal, mulai dari gajinya, tempat kerjanya, penampilannya, dan sebagainya.

Jangan kalian tertipu dengan diri sendiri dan membatasi diri. Karena nilai fisika kimia kalian bagus, makanya kalian minat masuk teknik. Karen nilai biologi kalian bagus makanya minat masuk kedokteran. Nilai itu fana kawan-kawan. Engga salah sih mikirnya begini, semua terserah kalian.

Saya pernah denger ada yang ngasih tips kira-kira begini: “kalian kalau milih jurusan jangan hanya mikirin selama 4 tahun kedepan, tapi juga mikirin bakalan kerja seperti apa. Apakah lebih suka kerja di kota atau daerah pedalaman, apakah suka suasana rame atau yang sunyi adem. Intinya berpikiran jauh kedepan, jangan karena gengsi-gengsian”. Contohnya nih ya teknik tambang, perminyakan, geologi, ya  kerjanya emang di lapangan dan kadang harus ke pelosok Kalimantan, Sulawesi, Papua, karena lokasi perusahaannya memang disana. Buat anak kota-kota besar yang biasanya hidup enak di kota, semua serba ada, berbagai jenis makanan ada, ramai banyak orang, kalian harus mikir-mikir lagi bakalan betah ga tuh tinggal di tempat yang sepi. Tapi sebanding juga sih kalian bakalan dapat gaji yang gede. Kerja itu lama bung, bisa sampai 20-30 tahun ditekunin. Coba renungi, kalian siap ga bakalan ngejalaninnya.

Betul banget ini tipsnya, buat orang yang idealis “jurusan dan kerja harus selaras” dan “sayang ilmunya ga dipake”. Jika kalian idealis, ikutin lah saran tersebut.

Biar kebayang kerjaannya seperti apa, kalian mungkin bisa nonton youtube. Pasti setidaknya kalian mendapatkan gambaran kerjanya seperti apa. Semakin hari semakin banyak orang yang gaji oriented pemikirannya. Mau yang kerja gajinya gede atau biasa aja. Itu terserah kalian, yang penting siap untuk mengeluarkan usaha setimpal.

Ini masalah kalian bisa ngontrol diri atau tidak untuk tidak terjerumus ke godaan-godaan yang fana. Entah jurusan, gaji, kerjaan, gengsi. Udah banyak yang lulusan jurusan A, B,C di Indonesia, nanti susah saingnya. Jurusan D masih dikit nih di Indonesia, peluangnya gede. Jurusan E susah cari kerjanya nih nanti. Dengarkan saya, yang penting kalian fokus observasi jurusan yang benar-benar buat kalian ‘klik’.

Akhir kata, saya mau menyimpulkan ke dalam beberapa tips untuk adik-adik yang harus menempuh SBMPTN.

  1. Ngerjain TO harus serius, anggaplah seolah-olah itu beneran ujian supaya kalian pede.
  2. Milih jurusan jangan hanya karena gengsi, tapi observasi juga kerjanya bakalan seperti apa
  3. Jangan mematok diri kalian berdasarkan nilai dominan dan kesukaan
  4. Jangan berkecil hati jika ada yang menganggap pilihan kalian terlalu sulir atau terlalu gampang
  5. Rajin berdoa dan minta restu ke orangtua
  6. Kalau kalian bukan tipe orang idealis, “jurusan dan kerja harus selaras” dan “sayang ilmunya ga dipake”, selamat kalian bebas memilih jurusan apa saja asal bikin bahagia.

Ika,
Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB yang syarat lulusnya harus desain dan ngelampirin sertifikat toefl.
Doakan semoga saya bisa lulus di bulan juli ini ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s