Sebatang pohon

Sebatang pohon…
Hanya kokok ayam jadi kawannya
Hanya matahari jadi energinya
Hanya miliki setetes air jadi harapannya

Sebatang pohon…
Telah hidup berkawan sepi
Telah lama hidup di bawah awan kelabu
Helai demi helai berjatuhan
Hingga daun terakhir yang tersisa
Bertahan dalam kekeringan

Dia tidak akan menangis
Karena dia tahu,
Air matanya tak kan keluar
Sia-sia…
Yang hanya bisa dilakukannya hanya
berdiam diri sebelum mati

Dipost kembali setelah yang pertama pada 24 januari 2013.

Advertisements

Mesin bernama manusia

Semua punya tujuan, bahkan mesin. Mesin memiliki fungsinya masing-masing. Jika mesin rusak, maka tidak akan berfungsi.
Sama halnya dengan manusia. Jika kau kehilangan tujuan, sama saja kau seperti rusak.

– Hugo Cabret in Hugo

Sekolah Untuk Perempuan

Kalau sekolah ya jangan tinggi-tinggi, nanti susah cari jodohnya.
Sekolah jangan ambil yang susah-susah, nanti lama lulusnya.
Sekolah jangan lama-lama, nanti ketuaan, susah dapat jodoh.
Kerjanya jangan yang terlalu tinggi pangkatnya, nanti susah dapat jodoh.
Dst ga abis-abis kayak sinetron.

Sampai saya mikir, mending saya ga usah sekolah umum dari awal. Mending ikut sekolah pra-nikah langsung aja kalau patokannya ke jodoh. Beres dah ga dikomenin lagi.

Tapi untungnya saya ga ngikutin pikiran bego itu. Dan alhamdulillah, takdir hidup saya pun ternyata semakin baik (menurut saya). Karena apa yang saya lakukan hari ini, manfaatnya adalah untuk saya sendiri, bukan siapapun.

Dan saya masih ga paham, apa hubungan sekolah, jodoh, dan menikah? It’s super funny suggestions. Crappy. Can someone tell me a good answer of them? Oke, anggaplah saya sekarang sok tau. Dan saya bener-bener dah ga ngerti lagi mesti nanggepin ntu saran gimana. Melongo saya kalau di 2017 masih ada yang nyebutin pernyataan begitu.

Baiklah akan saya coba paparkan, dari pandangan saya. Continue reading “Sekolah Untuk Perempuan”

Makan (tidak) harus pake cabe

Loh makannya ga pake cabe? Mana enak makan tu, ndak berasa. Coba lihat adek ni, kecil-kecil berani dia makan pake cabe. Ini dah besar ndak juga makan pake cabe.

‘Iya ndak suka pedas’, jawab saya singat. Dalam hati: apa salah nya ga makan pedas, ga jadi cupu juga, malahan bagus hemat belanja, harga cabe mahal, dst, wkwkwk.

Pertanyaan yang cukup sering ditanyakan om dan tante ketika melihat saya makan ga pake cabe. Apalagi pas waktu lebaran makan bersama, masih ada yang nanyain. Dari banyaknya jenis makanan minang yang penuh dengan bumbu rempah-rempahnya, gulai santan, goreng sambal, dan goreng-gorengan bercabe, biasanya saya memilih makanan yang cabenya ga keliatan ataupun jenis gulai-gulaian yang ga terlalu pedas. Yang makanannya penuh lumuran cabe merah dan cabe hijau tidak saya ambil.

Ini masalah selera sih.

Biasanya di pekanbaru, memang kebanyakan makanan yang dibeli dari warung makan langsung dikasih sambal di makanannya. Ga ada level-levelan pedas. Sama semua pedasnya satu menu. Jadi kalau pesan nasi goreng atau mi goreng ga bilangin penjualnya supaya ga pedas, ya jangan harap bakalan ditanyain.

Selama nge-kost di bandung, kebutuhan makan saya alhamdulillah baik-baik saya. Malahan saya aman makannya dari kepedasan karena cukup banyak makanan yang dijual ga pedas, walaupun keliatannya pedas-warna merah, tapi ga pedas sama sekali hahaha. Kalau pesen makan semisal nasi goreng dan mi goreng, di menu ada level pedasnya bahkan hingga 5 level. Awal-awal saya heran ada banyak loh yang seperti ini. Kalau pesan makan pun begitu, penjual sering nanyain pake sambal atau engga, pedas atau engga.

Dan baiknya lagi, ga ada teman saya yang heran kalau liat temannya makan polos (ga pake sambal, ataupun tomat, kecap). Biasanya kalau titip makan juga sering ditanyain teman, mau pedas atau engga. Biasa aja tuh. Malah agak ‘wow’ gitu kalau ada teman yang makannya penuh dikasih sambal, sedangkan dia cuma ambil secuil sambal. Sambal bandung kadang-kadang emang ga terlalu pedas sih. Biasanya anak sumatera yang makannya harus pake sambal. *Pengecualian saya*

Balik lagi, ini masalah selera.

Sikapi biasa saja, yang selera makannya agak beda. Selera boleh beda-beda, tapi minumnya tetap teh botol sosro. Sekian.

UKMR Culinary Festival

Unit Kebudayaan Melayu Riau is on of my organizations since 2013. This organization is established by the itb students from Riau and Kepulauan Riau. It is located in Institut Teknologi Bandung, Indonesia. In order to celebrate the 11th anniversary, UKMR present culinary festival. It sell a tradional food from Riau and Kepulauan Riau. The festival held on Saturday, April 8, 2017 at ITB Ganesha Campus. You can see and order the foods in this link below:

bit.ly/POwiskul

Let’s come and taste these foods!

Tentang cerita gagal fokus – lupa kunci

Jadi waktu aku masih sekosan berdua sama teman, aku pergi kuliah duluan. Kayaknya ini saat-saat masa TPB. Terus kuliah lah aku hari itu biasa aja. Pulang-pulang aku dikabarin kalau tadi pagi aku lupa nyabut kunci padahal udah dikunci. Jadinya teman aku ga bisa buka pintu dong padahal dia mau pergi kuliah juga. Hahaha. Untungnya ada jendela pas di samping pintu, jadi bisa nyabut kuncinya deh dari dalam.

Adalagi cerita lain. Biasanya kan aku yang lama tidurnya. Karena kamar aku dan teman di depan (dekat pagar pintu masuk), jadi aku suka meriksain pintu sebelum tidur, kan bahaya tuh. Trus aku juga sering gembokin pagar, karena emang ga ada yang jaga ini kosan. Kadang sampai jam 1 atau 2 malam aku juga keluar buat gembokin sebelum tidur. Nah pada suatu hari, aku ternyata lupa ngunci pintu depan! btw kamar aku ada dua lapis pintu. Kayaknya abis gembokin pagar ini. Untungnya sih gapapa. Alhamdulillah aman. Trus karena aku bangunnya duluan, yaudah aku kunci pintunya (pura-pura emang terkunci dari malam). Sampai sekarang teman aku mungkin ga pernah tahu kalau pintu ternyata pernah beberapa kali ga kekunci.

Seri Belajar: What do you do?

I am a student at the environmental engineering department. Sometimes, I go to campus at 7 AM. Since I am in the final year, I go to campus at 11 AM. I take the public transport to campus although it is near from my rent room. I don’t get any salary because studying is not a job. But sometimes for special case, it can be a job.

My father is a worker. He works at a government company. My father gets a good salary so he can give his children enough money every month. My mother is a housewife. She cook meals every day. She makes box meals for her children every morning. My mother has graduated from tahsin class since a long time ago. So in this year, she wanna apply her knowledge by being a tahsin teacher. My parents like their job.

Pekanbaru People Say (Bahasa)

Sebuah tulisan ensiklopedia bahasa daerah yang semoga ada menambah pengetahuan. Ini dalam edisi rindu ngomong bahasa pekan tapi ketika ngomong jadi merasa aneh.

1. Sambal

‘Ma sambal hari ini apa?’ ‘Mama masak ayam hari ini’.

Do you get the meaning? Bukan saus sambal ya. Biasanya saya nyebut lauk pauk itu sambal. Mungkin ini karena ada akulturasi dari budaya minang kali ya. Kalau di minang nyebutnya ‘samba’. Ga ngerti juga apa ini bahasa di rumah saya saja atau sama se kota. Trus kalo nyebut sambal yang asli apa? Ya nyebutnya cabe.

‘Ma makanannya jangan dikasih cabe’. Begitu.

2. Kantong asoy

Ini sejenis pembungkus berbahan plastik. Nama lainnya kresek atau nama nasionalnya kantong plastik. Saya kadang mikir juga asal mula nama asoy-nya darimana ya?

3. Oplet

Ini nama buat angkutan kota atau angkot. Kalau sedang beruntung, anda akan menemukan oplet yang musiknya kenceng banget sampai kedengaran ke kendaraan lain. Dulu waktu SD, saya pulang sekolah naik oplet sama teman-teman. Kadang ngetemnya lama sampai opletnya penuh. Alhamdulillah baik-baik saja dan ga budeg walaupun kadang nemu oplet jenis begitu.

4. Mada

‘Ndeh, mada kali anak ni. Dah dibilang jangan pergi, pergi juga dia’

Biasanya ibu-ibu suka nyebut anaknya mada kalau anaknya ga mau dengerin kata ibunya. Entah di sekolah di rumah di pasar pasti ada yang nyebut mada. Mada = nakal. Btw, ini merupakan asli bahasa minang yang sering digunakan di pekan.

5. Peraut atau peruncing

Entah kenapa teman saya bingung ketika saya menyebut peraut atau rautan. Kadang saya juga nyebutnya peruncing. Rautan pensil. Saya tanya ke gugel, ngerti kok gugelnya.

6. Jilbab sorong

Ini sebutan buat jilbab instan atau jilbab yang langsung pakai. Kalau buat jilban segi empat, saya nyebutnya jilbab petak.

7. Bising

Biasanya lebih sering digunakan kata ‘bising’ untuk merujuk hal yang ‘ribut’. Entah untuk orang yang banyak ngomong, meribut ga jelas, atau suatu kondisi ribut.

‘Bising kali kau ni’. ‘Bising kali lah disini’. Begitu.

Ketika Senja Aku Pulang

Ini puisi yang saya tulis 3 tahun yang lalu saat masih jadi maba. Dan sekarang saya sudah di tingkat akhir! Benar-benar tak terasa! Here we go, saya repost ulang puisinya disini. Part terakhirnya ditambahin teman.

Ketika senja aku pulang
Semilir angin mengelus wajahku
Jejak langkah-langkah menjadi walkman kecilku
Daun-daun kering menghujani ubun-ubunku
Warna warni pelangi menyala di kornea mataku

Ketika senja aku pulang
Suara sayup-sayup sang gajah berbisik kepadaku
Supaya aku kembali esok hari lagi,
hingga nanti aku benar-benar pantas untuk pulang

Ketika senja aku pulang
Seharian bersama gajah,
lelah rasanya, tapi akan kulalui bersama gajah
Agar nanti, ketika senja aku pulang
aku pulang dengan kebanggaan

Review: Aplikasi belajar bahasa inggis, ‘Hello English’

Review 1.png

Hi, What’s up?

Few days ago, i installed some applications about english practice to improve my english ability. One of them is hello english. It is free and you can download it at play store anytime. Actually, i already have some, the most of them is TOEFL. I think they are boring and their interface is plain. Hello english is better compare to duolingo, this application is offline so you can practice anywhere.

I speak a little english. So, i will review it in bahasa.

Continue reading “Review: Aplikasi belajar bahasa inggis, ‘Hello English’”