Identifikasi & Perumusan Proyek

Catatan kuliah 30 Januari dan 6 Februari 2017.

Beberapa pertanyaan yang bisa dilontarkan:

Apa gunanya submateri ini? untuk merumuskan proyek agar lebih clear.
Kenapa ada identifikasi dan perumusan proyek ini?

  1. Ada masalah yang harus diselesaikan, misalnya banjir, ada gempa, perlu infrastuktur pelabuhan, jembatan, dsb.
  2. Idealnya sudah menjadi bagian dari perencanaan, misalnya pengembangan kampus itb di jatinangor, walini, bekasi, dll.
  3. Merupakan pekerjaan tambahan setelah investasi sudah dimulai, contoh: keterlibatan kontraktor
  4. Ada lobby politik dari kelompok berkepentingan. (Tapi hal ini sudah jarang terjadi, malu dong hari gini masih ngandelin loby2an biar dapat proyek, ya walaupun mungkin di sebagian daerah prakteknya masih ada)
  5. Memperhatikan aspek teknik lingkungan, ekonomi, keuangan, dll.
  6. Ada kriteria2 seleksi proyek dan ukuran proyek, misal ada yang kecil, sedang, besar, dan hal ini disesuaikan dengan keuangan.
  7. Ada institusi yang menangani, contoh: kontraktor, CV/PT
  8. Ada perangkat analisis, misal logframe analysis. Selalu dipakai untuk proyek-proyek luar negeri karena lebih jelas sasaran, keluaran, dan indikator.

Dalam mengindentifikasi, harus punya data yang jelas sebagai dasar pemilihan proyek, misal:

  • penduduk terlayani air bersih <80%
  • penduduk terlayani PDAM <60%
  • tingkat kebocoran pipa PDAM>30%
  • luas genangan >5% wilayah kota
  • lama genangan >2jam/hari

Jadi, apa itu logframe? dapat diuraikan ke dalam beberapa poin berikut:

  • sebagai alat perencanaan
  • merupakn kerangka kerja yang logis dan lengkap
  • menyajikan informasi proyek secara ringkas logis dan sistematik
  • membuat pertanyaan-pertanyaan baku seperti: apa yang ingin dicapai? bagaimana mencapainya? apa yang diperlukan dalam mencapai? bagaimana mengukur ketercapaian? masalah apa yang mungkin dihadapi? dll

Mengapa menggunakan logframe? karena menawarkan proses berpikir yang jelas dan menyederhanakan masalah yang kompleks

Siapa yang harus terlibat dalam logframe?

  • logframe dipakai oleh programmer dan koordinator proyek
  • menggunakan pendekatan partisipatik
  • menjadikan stakeholder (induvidu, kelompok, organisasi, lembaga pelaksana proyek) sebagai bagian dari proses perencanaan

Bagaimana sistem logframe?

  • analisis situasi: stakeholders, permasalahan, tujuan/sasaran
  • analisis strategi: SWOT, TOWS, bench-marking, matrix portofolio, mengembangkan hasil analisis tujuan/sasaran
  • matrix logframe: format matrix, asumsi, indikator, verifikasi
  • implementasi: rencana&jadwal kerja, biaya, penugasan tenaga ahli, pelaporan, dll

Bagaimana praktik logframe?

  1. pahami istilah-istilah yang digunakan (goal, purpose, output, activities, impact, indikator, means of verification, assumption, super goal)
  2. identifikasi masalah
  3. buat pohon masalah
  4. buat pohon sasaran
  5. buat pohon strategi
  6. pilih topik proyek prioritas

Apa bedanya ketiga pohon tersebut?

Pohon masalah untuk identifikasi masalah yang timbul. Polanya adalah sebab-akibat (berada di atas). Sedangkan pohon sasaran, polanya cara-hasil (diatas). Gampangnya kalimat negatif dari pohon masalah dibalik. Pohon strategi terdiri dari tujuan sasaran akhir, tujuan sasaran antara, dan sasaran fisik fungsional.

Baca juga materi sebelumnya di:

Siklus Hidup Proyek

Perencanaan dan Pengelolaan Proyek

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s