Kehendak bebas

Beberapa hari yang lalu saya membaca postingan line dari 2 orang yang saling membalas pesan melalui OA. Dan saya menemukan argumentasi yang menarik sekali tentang apa itu kehendak bebas. Saya tidak akan bahas isi dari tulisan si penulis disini.

Intinya sampailah saya kepada pemikiran dan keyakinan bahwa tindakan, nasib, rezeki, prestasi, kesehatan, keberhasilan, kegagalan dan hal duniawi lainnya yang didapat itu bukanlah karena kehendaknya sendiri, bukan karena dia memilih. Kalau iya itu adalah kehendak semu yang hanya ada dipikiran.

Contohnya, saya hari ini sebagai mahasiswa teknik lingkungan, mengerjakan semua tugas kampus, mengikuti semua kegiatan kampus, kegagalan atau keberhasilan (yang dilihat orang) yang saya capai hari ini, itu semua bukan karena keinginan atau usaha saya sendiri. Awalnya saya kira itu adalah karena pilihan saya. Tapi setelah saya pikir ulang, ternyata itu bukan kehendak saya.

Apakah itu takdir? Mungkin iya sebagian, sebagian lagi tidak.
Jadi ga perlu ngapain-ngapain, toh juga di masa depan ga bisa kita rencanain karena manusia ga punya kehendaknya sendiri.

Benar, apapun yang terjadi di masa depan bukanlah karena kehendak kita sendiri.
Kegagalan yang terjadi dalam hidup bukanlah karena usaha kita yang kurang dan itu bukan kehendak sendiri, jadi percuma saja bersedih.

Dari tadi saya ngomong manusia ga punya kehendak sendiri, jadi apa sih penyebabnya?
Lingkungan, latar belakang, pengalaman hidup, faktor ekonomi, keluarga, dan faktor-faktor lainnya lah mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Ya benar-benar kompleks memang. Baik kondisi sekarang dan masa lalu terhubung. Manusia sebagai makhluk sosial saling terhubung. Entah disadari atau tidak banyak hal yang menyebabkan kita tidak punya kebebasan/kehendak dalam memilih.

Mau saya kasih contoh kehendak bebas bagaimana? Simpel, misalnya kalau saya atau kalian mikir berkeinginan jadi presiden RI sekarang dan dua jam lagi jadi kenyataannya. Tapi kenyataannya tidak bisa kan? Saya ingin punya rumah mewah hari ini tapi itu tidak akan terjadi hari ini karena kenyataannya saya tidak punya uang. Kehendak saya tidak jadi kenyataan. Atau biasanya manusia sebut ini sebagai angan-angan.

Jadi apa kehendak bebas yang bisa didapat manusia? Ya tetap ada.
Melihat
Mendengar
Berpikir
Menutup mata
Menggerakkan anggota tubuh
Dan semua hal yang berhubungan dengan alat indera itulah kehendak bebas yang saya dan kalian miliki.
Saya bebas itu melihat apa yang mau saya lihat, apa yang mau saya dengar, apa yang mau saya baca, saya bebas mau berbicara apa, saya bebas menggerakkan tubuh saya buat tidur, main, kerja, dan lain-lain.

Dan setelah dipikir-pikir lagi, dalam agama, ketika dihisab dan banyak dosa yang dihukum adalah anggota tubuh, tangan lidah, mata, mulut dan lain-lain karena manusia tidak menggunakannya untuk kebenaran dan kebaikan. Ternyata nyambung ya. Oh ya, karena kebodohannya manusia juga dihukum, dihukum karena malas berpikir.
Manusia tidak dihukum karena dia miskin atau kaya, pendidikannya tinggi atau rendah, karirnya bagus atau tidak, banyak kegagalan atau keberhasilannya, bukan itu semua.

Jadi intinya ya kalau gagal dalam satu hal jangan terlalu nyalahin diri sendiri. Merasa bodoh dan ga bisa apa-apa ya bertindaklah biasa-biasa saja. Menjadi miskin jangan terlalu merasa menderita dan ga bisa apa atau menjadi kaya dan bersikap jumawa. Atau menjadi orang paling pintar di kelas dan banyak prestasi atau merasa paling bodoh dalam pelajaran sekolah, ya tidak masalah.

Bersikap biasa-biasa sajalah tapi tetap bersyukur dan jangan memandang rendah orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s